Senin, 27 Mei 2024

stary night analysis

Ahmad Parama Tirtayasa-202246500053

 

 

Abstrak

Ikhtisar Lagu  Don McLean "Vincent" adalah sebuah karya seni yang penuh makna dan simbolisme. Lagu ini bercerita tentang Vincent van Gogh, seorang pelukis impresionis terkenal yang menderita depresi dan bunuh diri. Lirik lagu ini penuh dengan metafora dan gambaran yang dapat diartikan dengan berbagai cara.Analisis semiotika lagu ini menitikberatkan pada simbolisme dan metafora yang digunakan dan bertujuan untuk mengungkap makna yang terkandung dalam lagu tersebut.

Pendahuluan

"Vincent" adalah lagu  tahun 1971 karya penyanyi-penulis lagu Amerika Don McLean. Lagu tersebut mencapai nomor satu di chart Billboard Hot 100 dan menjadi salah satu lagu terpopuler sepanjang masa. Lagu ini bercerita tentang Vincent van Gogh, seorang pelukis impresionis terkenal yang menderita depresi dan bunuh diri. Lirik lagu ini penuh dengan metafora dan gambaran yang dapat diartikan dengan berbagai cara.

Metodologi

Pendekatan strukturalis digunakan untuk analisis semiotika lagu ini.Pendekatan ini berfokus pada struktur dan makna karakter dalam sebuah teks. Tokoh diidentifikasi dan diinterpretasikan berdasarkan hubungannya dengan tokoh lain dalam teks. Analisis simbolisme dan metafora  untuk mengungkap makna lagu yang lebih dalam.

Analisis

Lagu ``Vincent'' diawali dengan lirik ``Starry, starry night. '' Kata "bintang" dan "malam" sering dikaitkan dengan kematian dan kegelapan. Hal ini dapat diartikan sebagai gambaran  keadaan pikiran Vincent van Gogh yang melankolis. Baris berikutnya, "Cat paletmu biru dan abu-abu," menunjukkan kemurungan dan kesedihan yang dialami Vincent. Biru dan abu-abu sering dikaitkan dengan kesedihan dan keputusasaan. Pengulangan lagu, "Oh, Vincent, bisakah kamu melihat bintang-bintang? " merupakan pertanyaan retoris untuk Vincent van Gogh. Pertanyaan tersebut bisa diartikan sebagai ungkapan kepedulian dan simpati penyanyi tersebut terhadap Vincent. Seolah-olah sang penyanyi ingin mengetahui apakah Vincent, meski mengalami depresi, masih mampu melihat keindahan dunia di sekitarnya.

 Lirik lagu ini penuh dengan metafora dan gambaran yang kuat. Misalnya, "Bunga Matahari Mengikutimu Ke Mana Saja" menunjukkan bahwa Vincent van Gogh memiliki hubungan yang kuat dengan alam. Bunga matahari seringkali diasosiasikan dengan kebahagiaan dan optimisme, namun dalam konteks lagu ini bisa diartikan sebagai simbol harapan  sia-sia  Vincent. Lagu "Vincent" diakhiri dengan baris "Sekarang aku tahu maksudmu", menandakan bahwa penyanyi tersebut akhirnya memahami makna di balik lukisan Vincent van Gogh. Lukisan Vincent van Gogh sering dianggap sebagai ekspresi emosi dan jiwanya. Lagu ini menunjukkan bahwa penyanyi tersebut mampu terhubung dengan Vincent van Gogh secara emosional.

 Kesimpulan

Analisis semiotika terhadap lagu ``Vincent'' karya Don McLean menunjukkan bahwa lagu tersebut merupakan  karya seni yang kaya  makna dan simbolisme.Lagu ini bercerita tentang Vincent van Gogh, seorang pelukis impresionis terkenal yang menderita depresi dan bunuh diri. Lirik lagu ini penuh dengan metafora dan gambaran yang dapat diartikan dengan berbagai cara. Analisis semiotik ini  mengungkap beberapa makna  dalam lagu ini, antara lain melankolis, sedih, harapan, dan  keindahan.

  

Minggu, 28 April 2024

Stary, Stary Night.

 

Nama : Ahmad Parama Tirtayasa

NPM  : 202246500053

___________________________________________________________________________

 

Pembukaan

Dari melodi yang mengalun hingga lirik yang menyentuh, lagu "Vincent" karya Don McLean telah menjadi salah satu karya yang mendalam dalam sejarah musik. Dikenal juga sebagai "Starry Starry Night", lagu ini adalah sebuah persembahan emosional yang menggambarkan kehidupan dan penderitaan Vincent van Gogh, seorang seniman yang legendaris dalam dunia seni rupa. Setiap baitnya membawa pendengarnya dalam perjalanan melintasi pikiran dan perasaan yang mendalam dari seorang seniman yang penuh dengan kepekaan.

 

Dalam pembahasan ini, saya akan menjelajahi latar belakang lagu "Vincent", menyelami makna-makna tersembunyi di balik liriknya, serta memahami bagaimana musik dan kata-kata bergabung untuk menciptakan pengalaman mendalam bagi pendengar. Melalui lagu ini, Don McLean tidak hanya menggambarkan kehidupan tragis Vincent van Gogh, tetapi juga menawarkan sebuah refleksi mendalam tentang kesendirian, keindahan, dan penderitaan yang seringkali menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah seorang seniman.

 

Dari penggambaran visual yang indah hingga lirik yang menyentuh, mari kita gali lebih dalam ke dalam kekayaan emosional dan artistik yang ditawarkan oleh lagu yang telah menginspirasi dan menyentuh hati jutaan pendengar di seluruh dunia.

 

Apa makna lagu dari Vincent?

Vincent's Song adalah karya menakjubkan Don McLean yang menyaring kehidupan tragis dan warisan artistik Vincent van Gogh menjadi kisah yang emosional dan mengharukan. Dengan lirik yang kaya akan imajinasi dan melodi yang mengalir, lagu ini mengeksplorasi tema penderitaan, kesepian, keindahan, dan keabadian, memberikan pendengar pengalaman mendalam yang menggairahkan pikiran dan emosi.

 Lirik lagu ini merinci kehidupan dan karya  Vincent van Gogh.

 Dalam beberapa ayat pertama, MacLean menyebutkan langit malam berbintang dan menggambarkan salah satu lukisan terkenal Van Gogh, "The Starry Night.

" Melalui penggambaran yang indah, pendengar ditarik ke dalam dunia visual yang diciptakan  sang seniman.

 Di sana, langit dan bintang menjadi metafora  keindahan yang sering terabaikan.

 MacLean juga menggambarkan kepribadian  Van Gogh dan konflik batinnya secara emosional.

 Karya ini menyentuh tema kesepian dan penderitaan sang seniman, menonjolkan konflik batin yang pasti ia alami.

 Penggunaan ungkapan “mata yang mengetahui kegelapan hati” menunjukkan kedalaman emosi yang tersembunyi di balik karya seni Van Gogh, dengan lirik “Bayangan di perbukitan / Membuat sketsa pepohonan dan bakung / Menyisir pepohonan).

 Seniman menciptakan gambar visual dengan mengamati dunia sekitar mereka dengan cermat.

 Selain itu, lagu ini membuat Anda berpikir tentang makna hidup dan keabadian sebuah karya seni.

 MacLean menciptakan kontras antara penderitaan dan kesedihan yang dialami  Van Gogh sepanjang hidupnya dengan keindahan dan penghargaan yang ia terima setelah kematiannya.

 “Sekarang saya mengerti/Apa yang ingin Anda sampaikan kepada saya” berarti MacLean mencoba memahami dan mengapresiasi warisan seni yang ditinggalkan  Van Gogh dengan lagu ini.

 Melodi  lembut dan sedih dari lagu ini juga meningkatkan suasana emosional yang tercipta dari liriknya.

 'Lagu Vincent' menggabungkan melodi yang menawan dan lirik yang mendalam untuk memberikan pengalaman mendalam kepada pendengar, membawa mereka pada perjalanan melalui pikiran dan emosi seorang artis yang sensitif.

 Secara keseluruhan, The Songs of Vincent karya Don MacLean adalah  karya menarik dan mendalam yang sangat menghargai kehidupan dan  seni Vincent van Gogh.

 Dengan lirik yang kaya akan gambaran dan melodi yang mengalir, lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan penderitaan, kesendirian, keindahan, dan keabadian, memberikan pengalaman  yang sangat tak terlupakan.

 

Alasan kenapa saya menyukai lagu ini?

Sebagai mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) yang berusia 20-an, ada banyak alasan mengapa Anda bisa menyukai lagu "Vincent" oleh Don McLean. Berikut adalah beberapa kemungkinan alasan:

 

Ketertarikan pada Seni dan Kreativitas: Sebagai mahasiswa DKV, Anda mungkin memiliki minat yang kuat dalam seni dan kreativitas. Lagu "Vincent" tidak hanya menggambarkan kehidupan seorang seniman, tetapi juga mengeksplorasi tema-tema seperti inspirasi, kesendirian, dan perjuangan kreatif. Ini dapat menarik minat Anda sebagai seseorang yang juga mencurahkan waktu dan energi untuk mengekspresikan diri melalui seni.

Kesadaran terhadap Kesehatan Mental: Lagu ini menggambarkan kehidupan Vincent van Gogh yang diliputi oleh konflik internal dan penderitaan mental. Di usia 20-an, banyak mahasiswa mulai menyadari pentingnya kesehatan mental dan mungkin merasa terhubung dengan tema-tema seperti depresi, kesendirian, dan perjuangan dalam mencari makna hidup yang disampaikan melalui lagu ini.

Apresiasi terhadap Musik dan Lirik yang Mendalam: Sebagai seorang mahasiswa, Anda mungkin memiliki apresiasi yang mendalam terhadap musik dan lirik yang bermakna. Lagu "Vincent" menawarkan kedua hal tersebut dengan melodi yang indah dan lirik yang kuat, menggambarkan gambaran yang mendalam tentang kehidupan seorang seniman dan dunia dalam pikirannya.

Koneksi dengan Perjuangan Kreatif: Sebagai mahasiswa DKV, Anda mungkin merasa terhubung dengan perjuangan kreatif yang dihadapi oleh Vincent van Gogh dalam mencari pengakuan dan pemahaman terhadap karya seninya. Lagu ini bisa menjadi pengingat bahwa perjalanan seni sering kali penuh dengan tantangan, tetapi juga penuh dengan keindahan dan makna yang mendalam.

 

Pendapat orang lain terhadap lagu Vincent

Pendapat orang terkenal tentang lagu "Vincent" karya Don McLean disampaikan oleh Yoko Ono, seorang artis, aktivis, dan  istri  musisi legendaris John Lennon.

 Yoko Ono pernah memuji lagu tersebut, menyatakan bahwa lagu "Vincent" dengan indahnya menangkap esensi dan penderitaan yang dialami  Vincent van Gogh. Yoko Ono sendiri juga pernah mengalami pengalaman pahit terkait  penolakan dan kritik terhadap karya seninya, seperti yang ia alami sendiri bersama John Lennon.

 Tak heran jika ia merasakan kedalaman emosi yang terkandung dalam "Vincent", sebuah lagu  yang menggambarkan secara mendalam  perjuangan seorang artis yang dilanda kesepian dan penderitaan batin.Pendapat Yoko Ono terhadap lagu ini merupakan pengakuan  penting atas keindahan dan kekuatan  ekspresi artistik serta kemampuan lagu tersebut untuk menggerakkan dan menginspirasi banyak orang dari berbagai latar belakang. Dengan melihat dan mengapresiasi karya seni seperti “Vincent”, kita dapat memahami  pentingnya menghargai kepekaan dan penderitaan manusia, serta kekuatan penyembuhan dari seni itu sendiri.

 

Kesimpulan

 

Terakhir, saya sebagai mahasiswa,  Anda dapat melihat lagu "Vincent" karya Don McLean dari berbagai sudut pandang yang berhubungan dengan pengalaman dan minat Anda sendiri. Melalui lirik yang dalam dan melodi yang mengalir, lagu ini menawarkan  perjalanan emosional yang menggugah pikiran dan menusuk makna.Dari sudut pandang artistik dan kreatif, lagu ini menggambarkan pentingnya ekspresi pribadi dalam menciptakan karya yang bermakna, dan perjalanan mengejar hasrat artistik yang terkadang melelahkan namun bermakna.

 Sebagai mahasiswa DKV, kami merasakan respon yang kuat terhadap topik-topik tersebut karena kami juga sedang dalam perjalanan kreatif kami sendiri. Topik kesadaran  kesehatan mental juga sangat penting bagi kita sebagai mahasiswa yang seringkali berada dalam tekanan akademis dan sosial. Lagu tersebut mengingatkan kita untuk selalu menjaga kesejahteraan spiritual diri sendiri dan orang lain, serta mengingatkan kita bahwa kesepian dan penderitaan adalah pengalaman manusiawi yang bisa kita hadapi bersama.

 Interpretasi Yoko Ono terhadap lagu ini juga menunjukkan  pentingnya melihat karya seni yang sangat menyentuh dan  kekuatan  ekspresi pribadi yang jujur ​​dan terbuka.Sebagai siswa, kita dapat mengambil inspirasi dari pengalaman dan perspektif ini saat kita mengeksplorasi dan mengekspresikan  berbagai bentuk seni.

 Dengan cara ini, melalui lagu "Vincent" karya Don McLean kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang penderitaan, keindahan dan makna hidup dan seni. Lagu ini mengajak kita untuk merefleksikan pengalaman universal manusia, memberikan kenyamanan dan inspirasi dalam  perjalanan hidup kita masing-masing.

Senin, 18 Maret 2024

literartur jurnal fotografi

 

Topik 1: Fotografi
Literature Review Jurnal 1
Penulis Jurnal
Fahmi Fardiansyah.
Judul Jurnal
Fotografi Jalanan Bisa Dijadikan Sebagai Ide Untuk Berinovasi di
Bidang Industri Kreatif.
Halaman Jurnal
238-243
Sumber Jurnal
Jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/retina/
Teori
Di era digitalisasi, peran media digital sangat mempengaruhi
perkembangan media-media dan juga fotografi yang dengan sangat
pesat kini bisa dirasakan kemajuannya. Fotografi merupakan media
berekspresi dan komunikasi yang kuat, menawarkan berbagai sudut
pandang dan presepsi, interpretasi, dan ekseskusi yang tidak terbatas.
Sudjojo (2010) mengemukakan bahwa pada dasarnya fotografi
adalah kegiatan merekam dan memanipulasi cahaya untuk
mendapatkan hasil yang kita inginkan. Fotografi dapat dikategorikan
sebagai teknik dan seni.
Dalam perkembangannya, kini semua orang bisa menjadi fotografer
dan merancang foto mereka sendiri menggunakan kecanggihan
teknologi, dan dampak positif tersebut membawa banyak perubahan
baru sekaligus menjadi inovasi industry kreatif. Dan dalam
penyebarannya, fotografi memiliki beberapa jenis genre yang begitu
luas, diantaranya yang saat ini sedang sangat disorot adalah fotografi
jalanan yang memiliki ciri khas kuat. Fotografi jalanan merupakan
salah satu cabang dalam fotografi. Fotografi jalanan dari segi bahasa
adalah fotografi yang diambil di jalanan, fotografi pada cabang ini
merupakan pengambilan gambar secara spontan dan tidak diarahkan
dengan sengaja yang merujuk pada aktifitas jalanan (Alimarauf,
2016).Dalam ilmu filsafat, fotografi dikaitkan dengan teori persepsi, Robbins
(2003: 160) menyatakan bahwa persepsi merupakan suatu proses yang
ditempuh individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesan
kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan
mereka. Persepsi merupakan proses memperhatikan dan menyeleksi,
mengorganisasikan dan menafsirkan stimulus lingkungan. Proses
memperlihatkan dan menyeleksi terjadi karena setiap panca indera
yang dimiliki seseorang dihadapkan dengan begitu banyak stimulus
lingkungan Gitosudarmo & Sudita (2015: 16),
Fotografi jalanan merupakan sebuah gambaran yang memiliki emosi
berbeda, fotografi jalanan sebagai representasi dari apa saja yang
sering terjadi di ruang public atau perkotaan dimana banyak
sekumpulan momen dan bisa diolah menjadi cerita yang menarik.
Teknik yang dilakukan seorang fotografer dalam genre fotografi ini
tergantung pada intuisi dalam memotret setiap momen yang ada.
Ruang momen di dalam fotografi jalanan dapat membuka sebuah
sudut pandang baru. Ruang gerak fotografi jalanan didalam kota
membuat kita sadar bahwa kota bukan hanya sekedar tempat tinggal
tapi memiliki hal lain yang coba digambarkan lewat fotografi jalanan
tanpa melupakan estetika karena fotografi tetap bagian dari seni visual
(Zainnahar & Dwicahyo, 2021).
Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian merupakan metode kualitatif
deskripsi, untuk dapat lebih mudah menganalisis visual fotografi
jalanan dan berfungsi sebagai penguat data dalam perancangan
penelitian. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat yang digunakan untuk meneliti pada
kondisi ilmiah (Eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen, teknik
pengumpulan data dan di analisis yang bersifat kualitatif lebih
menekan pada makna.Metode tersebut memiliki sebuah karakteristik yang kuat, sangat
sesuai dengan analisis-analisis visual yang akan dilakukan untuk
memperoleh data tersebut dengan menjelaskan masalah atau gejala
yang ada dengan mengumpulkan, menganalisis, kemudian
menginterpretasikan data yang diperoleh. Maka metode kualitatif
digunakan dalam penelitian ini (Fajar et al., 2021). Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder
yang bersumber dari studi literasi yang bertujuan agar analisis yang
dilakukan akurat dan tersampaikan dengan baik (Zainnahar &
Dwicahyo, 2021).
Hasil
Hasil penelitian dengan metode kualitatif deskriptif menunjukan
bahwa fotografi jalanan bisa dijadikan sebuah inovasi dan ide menarik
bagi para penikmat industry kreatif. Konsep yang tersaji dalam
fotografi jalanan merupakan realitas yang sederhana dan menampilkan
objek yang di sorot tanpa adanya rekayasa atau drama didalamnya.
Ketika kesederhanaan dan apa adanya yang dapat timbul di konsep ini
maka telah sampailah kepada tujuan dari fotografer yang
menggunakan konsep ini yang dihasilkan dalam fotonya (Alimarauf,
2016).
Mungkin banyak orang berfikir bahwa fotografi jalanan hanya bisa
memotret aktivitas yang sedang terjadi di lingkungan sekitar, dan
mereka beranggapan bahwa fotografi jalanan tidak bisa berkembang
kedepannya, karena ruang lingkup yang mungkin tergolong cukup
sempit. Tetapi semua itu bisa dimanfaatkan dengan mencari inovasi
inovasi yang menarik dan unik.

Topik : Fotografi
Literature Review Jurnal 2
Penulis Jurnal
Abdee Rangga Bhaskara Prakosa, Amoga Lelo Octaviano.
Judul Jurnal
Estetika Foto Prewedding Karya Hendra Lesmana
Halaman Jurnal
180-186
Sumber Jurnal
abdeerangga@isi-dps.ac.id
Teori
Fotografi merupakan sebuah momen yang dapat diabadikan dan dilihat
kembali dalam sebuah bentuk fisik, salah satu jenis fotografi yang
sangat memorial adalah fotografi pernikahan atau biasa di sebut sebagai
fotografi prewedding. Fotografi pernikahan adalah bentuk fotografi
yang berhubungan dengan pernikahan. Biasanya mencakup peristiwa
beberapa jam terkadang bahkan beberapa hari sebelum pasangan
menikah dan upacaranya sendiri, dari awal hingga akhir.
Seni fotografi pernikahan berkembang sejak ditemukannya foto
permanen pertama pada tahun 1826 oleh Joseph Nicephore
Niepce. Sebenarnya foto pernikahan resmi pertama di dunia mungkin
berasal dari pernikahan Pangeran Albert dan Ratu Victoria pada tahun
1840.
Salah satu fotografer pernikahan yang terkenal di Jakarta adalah Hendra
Lesmana, yang karya-karya nya banyak diminati oleh para penggemar.
Hendra Lesmana atau biasa di panggil Hael adalah seorang Fotographer
Prewedding sekaligus pendiri Cheseenclick juga brand ambassador
kamera Nikon. Menurutnya menjadi seorang fotografer membuat
hidupnya lebih berarti, khususnya pengantin pria dan wanita yang telah
mempercayai sang fotografer tersebut untuk mengabadikan satu-satunya
momen dalam hidup mereka, bagi Hendra Lesmana hal tersebut
menimbulkan perasaan yang fantastis dan sangat menyenangkan juga menantang.
Sebenarnya istilah prewedding sendiri hanya populer di Indonesia. Hal
ini dikarenakan tradisi luar sebenarnya justru tidak menaruh perhatian
khusus pada adanya momen foto sebelum prosesi pernikahan ini.
Adapun untuk luar negeri, khususnya dalam budaya barat hal yang
serupa lebih sering disebut engagement photo. Fotografi prewedding
sendiri sebenarnya merupakan perluasan dari fotografi pernikahan. Hal
ini menjadi ceruk bisnis baru yang cukup menjanjikan bagi para
fotografer. Karena merupakan bagian dari fotografi pernikahan, maka
biasanya foto prewedding dan pernikahan menjadi satu paket yang
dipercayakan pada fotografer atau studio foto yang sama. Namun
demikian hal tersebut tidaklah menjadi keharusan.
Dalam pengambilan foto khususnya untuk fotografi pernikahan sangat
dibutuhkan sebuah pandangan estetika dan realistis yang terkonsep dan
juga dapat menggambarkan setiap karakter dari calon-calon pengantin
yang akan di potret. Menurut (Djelantik, 2004), ilmu estetika adalah
ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan
keindahan, mempelajari semua aspek daripada apa yang disebut dengan
keindahan. Estetika fotografi adalah konsep keindahan pada fotografi
sedangkan Fotografi seni awalnya muncul dari gagasan ingin
mendudukkan status foto sebagai karya seni (seperti halnya karya lukis
atau patung). Berbagai cara yang dilakukan dalam upaya emansipasi itu
melahirkan style-style baru dalam fotografi. Fotografi seni dapat
dimaknai sebagai bentuk kreasi-kreasi baru yang didapat melalui kritik
terhadap seni, termasuk fotografi itu sendiri.

Metode
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif komposisi untuk dapat
melihat jelas point of interest dalam obyek fotografi. Dalam
pengambilan gambar, terdapat beberapa unsur-unsur pendukung
pengambilan komposisi gambar, yang berupa :1. Wujud (Shape), yaitu tatanan dua dimensional, mulai dari titik,
garis lurus, poligon garis lurus majemuk, terbuka, tertutup), dan
garis lengkung Tekniknya dapat berupa kontras pencahayaan
yang ekstrim seperti siluet, penonjolan detail-detail benda,
mengikutkan subyek menjadi garis luar atau outline dari sebuah
tone warna tertentu.
2. Bentuk (Form), yaitu tatanan yang memberikan kesan tiga
dimensional, seperti kubus, balok, prisma, dan bola. Dalam
fotografi ditunjukkan dengan gradasi cahaya dan bayangan, dan
kekuatan warna. Untuk menghasilkan foto yang baik sebaiknya
mengambil cahaya samping dengan sudut-sudut tertentu, dan
menghindari pencahayaan frontal.
3. Pola (Pattern), yaitu tatanan dari kelompok sejenis yang diulang
untuk mengisi bagian tertentu di dalam bingkai foto, sehingga
memberikan kesan adanya keseragaman. Contohnya adalah foto
segerombolan bebek, tumpukan pot dari tanah liat.
4. Tekstur (Texture) yaitu tatanan yang memberikan kesan tentang
keadaan permukaan suatu benda halus, kasar, beraturan, tidak
beraturan, tajam, lembut, dan seterusnya.
5. Kontras (contrast) atau disebut juga nada, yaitu kesan gelap atau
terang yang menentukan suasana (atmosphere/mood), emosi,
dan penafsiran sebuah citra.
Hasil
Dari objek penelitian yang ada, telah disimpulkan berdasarkan analisa
visual kaidah-kaidah tinjauan fotografi. Hasil karya-karya Hendra
Lesmana merupakan foto yang terlihat sangat ideasional, dan sangat
mendeskripsikan seluruh aspek-aspek teknikal yang digunakan seperti
tata komposisi hingga teknik pencahayaan. Menggunakan teknik POI
(Point Of Interest). Dan dalam karya fotonya, Hendra Lesmana banyak
memainkan teknik angle yang membuat pengamat dapat melihat pesan
pesan yang ingin disampaikan dalam isi foto tersebut.

Topik : Fotografi
Literature Review Jurnal 3
Penulis Jurnal
Andreas Arie Susanto.
Judul Jurnal
Fotografi adalah Seni : Sanggahan terhadap Analisis Roger Scruton
Mengenai Keabsahan Nilai Seni dari Sebuah Foto.
Halaman Jurnal
49-59
Sumber Jurnal
Jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/retina/
Teori
Fotografi sudah sangat akrab dalam kehidupan saat ini, bahkan tidak
berlebihan jika dikatakan fotografi sudah menjelma sebagai sebuah
ikon, zeitgeist atau roh zaman, atau dapat disebut sebagai sebuah gaya
hidup baru dalam masyarakat (Rony, 2014). Zaman yang serba cepat
dan instan membuat setiap manusia mau tidak mau menjadi larut di
dalamnya. Waktu berubah dan cara manusia dalam mengekspresikan
diri, mencari makna dirinya dan orang lain juga ikut berubah (Mudji &
Putranto, 2005: 7).
Di setiap tempat, waktu, dan kesempatan dapat dengan mudah
ditemukan orang yang membawa kamera baik kamera profesional
maupun hanya sekadar kamera yang ada dalam telepon seluler dan
berkemampuan seadanya. Setiap orang seakan tidak ingin kehilangan
momen dalam hidupnya, segala bentuk rupa keindahan dengan cepat
ditangkap dan diabadikan. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan
oleh fotografi membuat seseorang seakan menjadi seniman karbitan.
Fenomena di sekitar ini menjadi perhatian dalam dunia fotografi yang
akhirnya menimbulkan sebuah pertanyaan mendasar yang sangat
berkaitan dengan estetika dan konsep keindahan, “Apakah fotografi
masih dapat disebut sebagai seni?” Perkembangan fotografi ke arah
digital membuat pertanyaan tersebut menjadi relevan.
Pemilihan objek foto yang asal, proses yang instan, kemudahan dalam mencipta dan menghapus hasil foto semakin mencerminkan tidak
bergantungnya lagi fotografi pada karsa sebagai manusia. Setiap orang
dapat dengan mudah mengambil foto dan tidak memerlukan syarat
khusus seperti halnya seorang pelukis ketika akan memulai melukis di
atas kanvas. Ambiguitas dalam diri fotografi ini juga diamini oleh
seorang filsuf bernama Roger Vernon Scruton. Scruton mengajar
sebagai dosen dan profesor estetika di Birkbeck College, London.
Sepak terjangnya dalam dunia filsafat dan estetika sudah amat dikenal
oleh para ahli. Ia adalah seorang filsuf yang memiliki spesialisasi dalam
bidang estetika khususnya pada musik dan arsitektur. Scruton juga
termasuk salah satu dari empat pendiri Conservative Philosophy Group,
yang bertujuan untuk memelihara pengetahuanpengetahuan konservatif.
Scruton tidak hanya melihat sisi mekanistis dari fotografi, tetapi juga
memperlihatkan kelemahan mendasar fotografi jika ingin disebut seni
melalui perbandingan dengan lukisan. Bagi Scruton, lukisan adalah
suatu bentuk seni yang sempurna. Baginya, lukisan penuh dengan
intensionalitas dari seorang pelukis yang merupakan syarat dari sebuah
representasi (Costello & Philips, 2008: 5).
Dalam esainya, Scruton terlihat mempertahankan argumen-argumennya
dengan menampilkan kemungkinan-kemungkinan keberatan yang akan
diajukan oleh pihak yang tidak menyetujui pernyataannya. Fotografi
bukanlah sebuah seni representasi. Tidak mungkin ada rasa atau nilai
estetis di dalamnya karena foto hanya menampilkan apa yang ada di
foto tersebut dan tidak memasukkan unsur estetis di dalamnya.
Meskipun sebuah foto mengklaim dirinya adalah foto seni, hal tersebut
tetaplah sebuah foto dan bukan sebagai sebuah pekerjaan seni (Costello
& Philips, 2008: 4).
Metode
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana Menurut Sugiyono (2013:147). Metode analisis deskriptif adalah statistik yang
digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa
bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau
generalisasi.
Menurut pendapat Scruton pada jurnal mengatakan dalam proses
mengambil gambar harus senantiasa menyertakan unsur kreativitas dan
imajinasi di dalamnya. Dengan demikian, foto yang dihasilkan tidak
hanya sekadar hasil proses mekanisasi dari kamera semata, namun juga
merupakan sebuah hasil kolaborasi antara kamera dengan pemikiran
sebagai manusia yang penuh intensi, imajinasi, dan kreativitas.
Mengeksplor keindahan dari suatu objek yang belum tentu mampu
tertangkap jika hanya diamati dengan menggunakan mata telanjang.
Lebih mementingkan kualitas yang ada dalam diri sang fotografer
dibandingkan mengejar kesempurnaan dalam hal penggunaan kamera
serta lensa yang begitu powerful. Seperti halnya ungkapan zaman
dahulu, yakni man behind the gun. Yang penting bukanlah alatnya,
melainkan orang yang berada di balik alat tersebut. Ungkapan ini
menekankan bahwa fotografi bukanlah sekadar reduplikasi imaji secara
mekanis, melainkan ada unsur subjektivitas serta intensionalitas
fotografer dalam proses fotografis.

Hasil
Budaya massif zaman sekarang membuat banyak orang seakan
mendukung pernyataan Scruton. Pengagungan yang berlebihan terhadap
teknologi seakan sudah menjadi roh permanen zaman ini. Tidak lagi
menjadi penting persoalan kemampuan (skill), tetapi yang menjadi
penting adalah “mempunyai” (having). Dengan demikian, manusia
menjadi bergantung sepenuhnya pada mesin dan menjadi miskin dalam
hal kreativitas dan imajinasi. Fotografi menjadi sebuah tindakan
kausalitas semata seperti apa yang diungkapkan Scruton. Fotografi menghentikan kerja tangan seperti halnya dalam melukis dan
menggantikannya dengan sebuah mata untuk melihat melalui sebuah
lensa.
Ketika teknologi reproduksi seni ditemukan dalam fotografi, di sana
mulai berkembang pula lingkaran-lingkaran pemahaman apresiatif seni
fotografi lewat pengembangan dunia mata. Yang perlu menjadi
perhatian adalah dikotomi antara apresiasi terhadap buah karya seni dan
teknik mesin penggarapnya. Ketika orang menomorsatukan kinerja
mesin lebih daripada karya seni itu sendiri lalu yang berkembang adalah
teknik dari fotografi yang pada titik ekstrem melupakan bahwa hal
tersebut adalah suatu proses estetika.
Kelemahan dalam pendapat Scruton adalah ia tidak melihat pada proses
penciptaan sebuah imaji melainkan langsung pada hasil foto yang tentu
saja terlihat transparan. Di satu sisi, Scruton kurang tepat dalam
membandingkan fotografi dengan lukisan. Semua memiliki ciri khas
masing-masing. Secara konseptual, fotografi adalah cara menghasilkan
karya visual dengan menggunakan cahaya, tetapi sejauh mana bisa
memberi nilai lebih pada foto yang dihasilkan itulah seni fotografi.

Selasa, 05 Maret 2024

art in my life

 

Perkenalkan saya Ahmad Parama Tirtayasa saya biasa di panggil tirta. Saya kelahiran Oktober 2002, Saat ini saya sedang menjalankan kuliah di Universitas Indraprasta PGRI. Dalam kampus ini saya mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual atau sering di singkat DKV. Pada blog kali ini saya akan bercerita dengan seni dan desain.

 

Berbicara tentang seni  saya tertarik dengan seni visual dan audio atau musik. Saya masuk DKV sebenarnya terlanjur masuk karena gagal masuk kampus perfilman. Tapi saya mulai mendalami perfilman mulai sekarang dengan ikut kursus dan mengikuti kegiatan screening film. Melihat perfilman di Indonesia menurut saya sudah sangat berkembang tidak hanya memproduksi film horror saja. Banyak film Indonesia yang bagus saat ini dalam berbagai genre.

Pengalaman saya selama kuliah DKV itu sangat menarik. Karena sebelumnya saya tidak bisa menggambar dan saya mendengar kata “masuk DKV gaharus bisa gambar” itu benar memang, karena kita akan belajar tapi alangkah baiknya jika sudah terlatih menggambar kareana akan memudahkan kalian dalam mengerjakan tugas. Jika kalian bisa menggambar juga akan menjaga mental kalian saat melihat tugas teman yang karyanya sangat menarik. Masuk kuliah DKV sangat melatih mahasiswa berpikir kreatif karena setiap tugasnya memiliki konsep yang sangat unik bahkan aneh untuk orang awam.

Sekarang kita akan membahas dulu apa yang dimaksud seni  dan desain. Seni dan desain memiliki perbedaan yang menarik. Mari kita jelajahi perbedaan antara keduanya:

 

Definisi:

-Seni merupakan bentuk ekspresi diri atas ide atau gagasan kreatif maupun imajinatif yang dimiliki penciptanya.

-Desain, di sisi lain, adalah hasil pemikiran desainer atas sebuah rencana untuk menyelesaikan sebuah masalah yang ada lebih dulu1.

 

Pemicu dan Pendorong:

-Seni lahir karena dipicu oleh kondisi internal penciptanya (gagasan kreatif).

-Desain muncul karena adanya suatu kondisi eksternal pembuatnya (masalah yang sudah ada yang berasal dari luar diri pembuatnya).

Cakupan:

-Seni tidak terbatas karena seniman membuatnya atas kemauan yang datang dari dalam dirinya.

-Desain bersifat terbatas dan dapat diperbaiki. Desain muncul karena adanya suatu masalah yang memerlukan solusi.

 

Interpretasi dan Tujuan:

 

-Interpretasi seni sangat variatif, bergantung pada latar belakang dan pengalaman orang yang mengamatinya.

-Desain grafis, di sisi lain, berorientasi kepada kegunaan atau fungsinya. Desain yang baik akan dilihat dari seberapa besar dampak dari karya yang dihasilkannya.

 

Jadi, meskipun serupa, seni dan desain memiliki perbedaan yang menarik. Seni lebih bersifat ekspresif dan individual, sedangkan desain berfokus pada pemecahan masalah dan kegunaan.

 

Kenapa saya memutuskan kuliah DKV?. Karena saya saya berharap berprofesi di industry kreatif. Saya memutuskan kerja di industri kreatif karena bagi saya kerja di bidang ini kita tidak hanya bekerja tapi juga kita berkarya menghasilkan sesuatu yang solutif dan estetis jika saya bekerja di dalam desain jika di dalam seni karya saya semoga akan berkesan di penikmatnya. Mungkin jika saya benarv terjun di dunia film saya akan lebih senang karena banyak unsur yang terlibat dalam pembuatannya. Karena tidak lah mudah menciptakan film jika sendirian lain halnya dengan seni rupa yang dua dimensi atau tiga dimensi yang hanya dilihat dari visualnya saja.

Sebelum tertarik kearah film saya juga tertarik dengan fotografi. Fotografi adalah seni yang cukup menantang karena kita berusaha menciptakankan sebuah cerita hanya dengan sebuah foto. Saya juga sudah merasakan kerja di dunia fotografi, senang rasanya mengabadikan momen yang telah berlalu namun masih bisa di kenang karena ada nya foto satau bahkan video.

Sekian yang bisa saya sampaikan, saya mohom maaf jika blog ini sangat berantakan penulisannya dan terima kasih telah membaca.

I see u I feel u

  Abstrak Titanic karya James Cameron (1997) adalah salah satu film paling terkenal dan ikonik sepanjang masa. Film ini menceritakan kisah...